Ikhtisar Penting

  • Laba per saham naik 6%
  • Penjualan unit mobil turun 20% dan penjualan unit motor turun 1%
  • Pertumbuhan kredit yang moderat di Mandiri Tunas Finance

“Grup mengalami kenaikan laba dikarenakan oleh kontribusi yang menguat dari Mandiri Tunas Finance dan bisnis motor, sebagian diimbangi dengan kontribusi yang melemah dari bisnis mobil dan penyewaan kendaraan. Manajemen mempunyai pandangan bahwa sampai dengan akhir tahun ini akan penuh tantangan dengan kondisi perekonomian yang masih terus melemah dan pasar mobil yang semakin kompetitif.

Pencapaian Grup

Periode sembilan bulan yang berakhir 30 September
(Rp Milyar) 2015 2014 Pertumbuhan (%)
Pendapatan Bersih 7.523 8.364 (10)
Laba yang diatribusikan kepada pemegang saham 199 187 6
Laba per saham (Rp) * 36 33 6

 

Per Tanggal
(Rp Milyar) 30 September 2015 31 Desember 2014 Pertumbuhan (%)
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemegang saham 2.295 2.151 7
Aktiva bersih per saham (Rp) * 411 385 7

Laporan keuangan yang berakhir pada 30 September 2015 dan 2014 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan tersebut belum diaudit. Laporan posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2014 telah diaudit.
* Berdasarkan 5.580 juta saham
Tinjauan Umum
Grup mengalami kenaikan laba dikarenakan oleh kontribusi yang menguat dari Mandiri Tunas Finance dan bisnis motor, sebagian diimbangi dengan kontribusi yang melemah dari bisnis mobil dan penyewaan kendaraan.

Kinerja
Pendapatan bersih Grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015 sebesar Rp 7,5 trilyun turun 10% dibandingkan dari periode yang sama tahun lalu. Laba yang diatribusikan kepada pemegang saham Rp199 milyar naik 6%, sementara laba per saham juga naik 6% menjadi Rp36.

Laba Grup dari bisnis otomotif turun 5% menjadi Rp84 milyar. Pasar mobil nasional turun 18% menjadi 764.683 unit sebagai dampak dari lemahnya perekonomian, sementara penjualan mobil Grup turun 20% menjadi 32.138 unit, dengan marjin yang semakin tergerus sebagai akibat dari ketatnya persaingan. Pasar motor nasional turun 18% menjadi 5 juta unit. Penjualan sepeda motor Grup turun 1% menjadi 154.634 unit, akan tetapi laba bisnis motor meningkatdisebabkan oleh peningkatan marjin.

Laba Tunas Rental turun 66% menjadi Rp4 milyar, meskipun armada sewa kendaraan bertumbuh, karena meningkatnya biaya bunga. Tunas Rental mengembangkan armadanya sebesar 15% menjadi 7.961 unit.

Perusahaan asosiasi yang 49% sahamnya dimiliki Grup, Mandiri Tunas Finance, memberikan kontribusi laba sebesar Rp111 milyar, lebih tinggi 29% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dari pertumbuhan portofolio. Jumlah pembiayaan baru meningkat sebesar 11% menjadi Rp12 trilyun.

Prospek
Manajemen mempunyai pandangan bahwa sampai dengan akhir tahun ini akan penuh tantangan dengan kondisi perekonomian yang masih terus melemah dan pasar mobil yang semakin kompetitif.

Rico Setiawan
Direktur Utama
29 Oktober 2015